9/10/11

Referensi Ulangan Harian Bersama 1 Bahasa Indonesia Kelas VIII

Untuk bahan belajar UHB 1 Bahasa Indonesia, siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pati dimohon membaca materi dan soal-soal tentang laporan dan wawancara di buku-buku referensi berikut. (secara urut komposisi 20%, 10%, 10%, 10%, dan 40%)

Hariningsih, Dwi dkk. 2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan dengan Bahasa dan Sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Kramadibrata, Dewaki dkk. 2008. Terampil Berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarata : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

MGMP Kab. Pati. 2011. Aktif Berbahasa Indonesia Kelas VIII Semester 1. Pati : MGMP Kab. Pati.

Saefudin dkk. 2008. Seribu Pena Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Penerbit Erlangga.

7/24/11

WAWANCARA

 Wartawan harus memahami bahwa pekerjaan sehari-hari wartawan adalah memburu berita atau informasi. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencari informasi. Salah satunya adalah dengan mewawancarai narasumber.

Narasumber adalah tokoh masyarakat atau seseorang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu dan mempunyai kemampuan menerangjelaskan hal-hal yang diketahuinya. Narasumber yang banyak kita saksikan di tayangan televisi atau yang tertulis di koran misalnya politisi, artis, negarawan, atlet, tokoh agamawan, budayawan, ilmuwan, sastrawan, ahli bahasa, dokter, dan profesiprofesi yang lain. 

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah:
 
a. Menentukan topik wawancara
Sebelum melakukan wawancara, kita harus menentukan topiknya, misalnya tentang kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga, pemerintahan, dan kedisiplinan. Penentuan topik wawancara menjadi dasar untuk menentukan siapakah narasumber yang nanti akan diwawancarai.

b. Menentukan narasumber
Setelah topik wawancara ditentukan barulah narasumber dipilih. Narasumber harus dipilih sosok yang benar-benar menguasai bidangnya. Dengan begitu, informasi yang diperoleh benar-benar informasi yang akurat dan diakui kebenarannya.

c. Menyusun daftar pertanyaan untuk wawancara
Daftar pertanyaan disusun dengan tujuan agar wawancara dapat berjalan dengan lancar. Apabila wawancara dilakukan secara serta merta dan tanpa persiapan, apa yang seharusnya ditanyakan mungkin justru tidak ditanyakan saat wawancara berlangsung. Dengan demikian, informasi yang diperoleh pun juga tidak lengkap.

Contoh wawancara siswa  SMPN 3 Pati dengan narasumber pada youtube berikut.
http://www.youtube.com/watch?v=56Sk2r4hQWI



Arti Wawancara dalam Kamus Bahasa Indonesia (halaman 1619, Komputer 1475)

wawancara n 1 pertemuan wartawan dng seseorang (pejabat dsb) yg diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal untuk dimuat dl surat kabar; 2 pertemuan tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dng pelamar pekerjaan; 3 pertemuan tanya jawab peneliti dng informan untuk tanya jawab, spt antara majikan dan orang yg melamar pekerjaan; -- bebas wawancara yg susunan pertanyaan tidak ditentukan lebih dahulu dan pembicaraannya bergantung pd suasana wawancara; -- individual wawancara yg dilakukan oleh seseorang (pewawancara) dng responden tunggal; -- kelompok wawancara yg dilakukan terhadap sekelompok orang dl waktu yg bersamaan; -- terbuka wawancara yg berdasarkan pertanyaan yg tidak terbatas (tidak terikat) jawabannya; -- terpimpin wawancara dng memakai pertanyaan-pertanyaan yg sudah disiapkan sebelumnya; -- tertutup wawancara yg berdasarkan pertanyaan yg terbatas jawabannya; berwawancara v mengadakan tanya jawab atau wawancara mengenai hal-hal yg dianggap penting untuk diketahui; mewawancarai v meminta keterangan atau pendapat seseorang mengenai suatu hal; terwawancara n orang yg diwawancarai;pewawan-cara n orang yg mewawancarai

KD 2.1 Berwawancara dengan Narasumber dari Berbagai Kalangan dengan Perhatikan Etika Berwawancara

WAWANCARA
Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan lang-sung kepada narasumber /orang yang memberi informasi (Kramadi-brata,2008:63). Menurut Hariningsih (2008:17) wawancara adalah tanya jawab antara pewawancara dan seorang pakar atau ahli untuk menda-patkan informasi tentang suatu hal. Lebih lanjut Wirajaya (2008:10) berpendapat, wawancara memiliki unsur-unsur yang harus terpenuhi. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada, maka wawancara tersebut tidak dapat dilakukan. Adapun unsurunsur tersebut sebagai berikut.
1. Pewawancara atau orang yang mencari informasi yang berkedudukan sebagai
penanya.
2. Narasumber atau informan atau orang yang diwawancarai. Dalam hal ini,
narasumber atau informan berkedudukan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi
informasi. Narasumber yang diwawancarai biasanya merupakan seseorang yang
memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yang diperlukan.
Dalam hal ini, narasumber dapat berupa tokoh, ahli, atau orang biasa.
3. Tema atau perihal yang diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam
kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan
hal-hal yang dibicarakan.
4. Waktu atau kesempatan dan tempat.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwawancara dengan narasumber adalah berikut.
1. Penguasaan materi, berkenaan dengan tema dan poin-poin permasalahan
penting yang akan ditanyakan.
2. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan informasi yang
diperlukan.
3. Mempersiapkan diri secara mental untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak
diinginkan, misal: grogi atau nervous.
4. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk berwawancara, misal: alat rekam
atau alat tulis.

Pewawancara harus memahami etika berwawancara. Etika berwawancara di antaranya seperti berikut.
1. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berterima kasih atas kesempatan yang
diberikan.
2. Menggunakan bahasa yang santun.
3. Menyampaikan pertanyaan secara sistematis dan urut.
4. Fokus pada materi wawancara.
5. Tidak menyudutkan narasumber dan tidak membuat tersinggung.
6. Tidak memancing pertanyaan yang menjurus pada fitnah atau mengadu domba.
7. Bersikap objektif dan simpatik.

Narasumber adalah tokoh masyarakat atau seseorang yang mempunyai keahlian di bidang terten-tu dan mempunyai kemampuan menerangjelaskan hal-hal yang diketahuinya (Suwandi,2008:86). Proses melaku-kan wawancara dilakukan dengan beberapa tahapan. Meskipun tahapan itu bukan merupa-kan tahapan baku, paling tidak tahapan-tahapan itu bisa menjadi pemandu kalian dalam berwawancara agar bisa berhasil.
a. Pendahuluan
Pewawancara membuat janji dulu dengan narasumber, kapan dan dimana narasumber bersedia diwawancarai. Jangan lupa sampaikan tujuan wawancara kepada narasumber.
b. Pembukaan
Awalilah dengan pembicaraan ringan, seperti menanyakan kabar dan kondisi narasumber serta tunjukkan sikap yang ramah dan bersahabat.
c. Tahap inti
Ajukan pertanyaan secara urut, singkat, dan jelas. Lakukan perekaman selain pencatatan. Hindarilah pertanyaan yang memojokkan atau menginterogasi.
d. Penutup
Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaan narasumber diwawancarai (Maryati, 2008:35).

Sedangkan menurut Kramadibrata (2008:65) untuk melaksanakan tugas wawancara perlu langkah-langkah yang dapat dijadikan rambu-rambu seperti berikut.
1. Susunlah tema atau masalah yang akan ditanyakan. Contoh: teater di sekolah,
kegiatan karang taruna.
2. Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai sesuai dengan tema yang
dirumuskan. Contoh:
pembina OSIS, ketua karang taruna.
3. Menyusun daftar pertanyaan. Agar bisa merumuskan pertanyaan dengan baik, kamu
harus menguasai seputar materi yang akan ditanyakan. Untuk itu, kamu harus
mempelajari tema/masalah yang diangkat.
Contoh: Bagaimana kiat Bapak untuk memajukan teater di sekolah kita?
Dari mana pendanaan kegiatan karang taruna selama ini?
4. Ada baiknya kamu membuat janji pertemuan dengan narasumber biar ada persiapan
sebelumnya.
5. Siapkan peralatan yang dibutuhkan, di antaranya bolpoin, buku, bila perlu
membawa alat perekam dan kamera.
6. Saat melakukan wawancara kamu harus memerhatikan etika berbicara, bersikaplah
sopan dan ramah. Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan wawancara. Apabila akan
menggunakan alat perekam atau kamera, mintalah izin terlebih dahulu.
7. Catatlah hal-hal penting yang disampaikan oleh narasumber. Berkonsentrasilah
mendengarkan informasi. Hindari mengulang-ulang pertanyaan. Ini menunjukkan
kekurangsiapanmu dalam berwawancara.
8. Akhiri wawancara dengan senyum dan ucapan terima kasih.
9. Buatlah laporan hasil wawancara tersebut dan sampaikan di depan kelas.

Pendapat Laksono (2008:69) tentang wawancara sebagai berikut.
a. Wawancara adalah kegiatan antara dua orang atau lebih. Seorang sebagai
pewawancara dan satu atau beberapa orang sebagai narasumber.
b. Dalam berwawancara harus diperhatikan penggunaan kata sapaan.
c. Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara haruslah sesuai dengan tujuan wawancara
dan siapa yang diwawancarai.

Kata sapaan adalah kata yang digunakan langsung untuk menyapa lawan bicara. Kata sapaan terdiri atas (1) sapaan kekerabatan (Bapak, Ibu, Saudara, Kakek, Nenek, Kakak, Adik, Abang), (2) sapaan jabatan (Dokter, Suster, Letnan, Profesor, Kapten), (3) sapaan sosial (Tuan, Nyonya), dan (4) sapaan pronomina persona orang kedua (Anda, kamu).
Penggunaan jenis sapaan ditentukan oleh umur, status sosial/jabatan, dan tingkat keakraban. Contoh, kata sapaan kamu digunakan untuk orang yang setara/lebih muda yang sudah akrab, sedangkan Bapak atau Ibu digunakan jika orang yang bertanya lebih muda/lebih rendah statusnya daripada yang ditanya.

DAFTAR PUSTAKA
Hariningsih, Dwi dkk. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan
sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII
. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

Kramadibrata, dewaki dkk. 2008. Terampil berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs
kelas VIII
. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia:
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4
.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas
VIII
. Jakarata : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Suwandi, Sarwiji dan Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2: Bahasa Kebanggaanku
untuk SMP/MTs Kelas VIII.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.

Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawarti. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2
: Untuk SMP/MTs Kelas VIII
. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.

7/20/11

LAPORAN

Laporan adalah sesuatu yang dilaporkan. Sesuatu tersebut dapat berupa
penelitian, perjalanan, ataupun peristiwa. Dalam penulisan dan
penyampaian laporan, tentu terdapat kesalahan atau kekurangan sehingga
diperlukan analisis atau penilaian dari orang lain. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam memenuhi laporan adalah sistematika atau susunannya
dan bahasa yang digunakan.

Pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan biasanya disampaikan
melalui laporan hasil kegiatan. Laporan tersebut dapat disampaikan secara
tertulis atau lisan. Biasanya laporan secara tertulis berbentuk uraian dengan
isi lebih lengkap dan terperinci. Bahasa yang digunakan dalam laporan
tertulis adalah bahasa baku yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Sistematika dalam laporan, baik tertulis maupun lisan, terdiri atas
pembukaan, isi, dan penutup. Dalam menyampaikan laporan secara lisan,
bahasa yang digunakan hendaknya merupakan bahasa yang baik, benar,
sesuai dengan konteks (situasi), sederhana, dan mudah dipahami.

7/19/11

Contoh Laporan dari BSE

Contoh Kerangka Laporan

Lokasi Kemping Kalisoro
Tawangmangu
a. Jalan Menuju Lokasi
1) Jalan menuju lokasi mulus tetapi berliku dan naik turun.
2) Lalu lintas menuju lokasi tidak terlalu ramai.
3) Banyak angkutan umum yang dapat digunakan untuk menuju
lokasi.

b. Keadaan Alam Sekitar
1) Hawanya dingin dan segar.
2) Di sekitar lokasi terdapat jurang yang cukup dalam.
3) Kebun sayuran juga dekat dengan lokasi.

c. Fasilitas di Sekitar Lokasi
1) Air bersih tersedia lebih dari cukup.
2) Lokasi dekat dengan pasar, terminal, dan kantor polisi.
3) Lokasi juga berdekatan dengan perkampungan penduduk.
4) Di dekat lokasi juga terdapat

Wujud Laporan Lengkap dari Kerangka di atas

Lokasi Bumi Perkemahan Kalisoro
Tawangmangu

Kalisoro merupakan bumi perkemahan yang terletak di Kecamatan
Tawangmangu, wilayah Kabupaten Karangangyar. Kalisoro terletak di
lereng sebelah barat Gunung Lawu. Sebelah barat Gunung Lawu masuk
Wilayah Jawa Tengah dan sebelah timur masuk Jawa Timur. Dari arah Solo
menuju ke timur. Jarak dari Kota Solo sekitar 40 km. Jika menggunakan
kendaraan pribadi jalan menuju ke lokasi ini cukup lebar, halus, meskipun
banyak tanjakan curam, dan tikungan-tikungan tajam. Pada hari-hari libur,
jalan menuju lokasi ini tidak terlalu ramai sehingga membuat perjalanan
ke sana terasa lebih menyenangkan. Jika ingin menggunakan kendaraan
umum, tersedia bus jurusan Solo-Tawangmangu.

Udara di sana masih sangat segar. Karena letaknya yang cukup tinggi
dari permukaan laut, udaranya terasa dingin dan sejuk, baik pagi hari
maupun siang hari. Apalagi ketika malam tiba, udara dingin sangat terasa
sampai ke tulang-tulang sumsum. Sangat berbeda dari hawa di perkotaan.
Di sekitar lokasi pemandangannya sangat indah. Hijau pepohonan dan
birunya puncak gunung dapat dinikmati dari lokasi perkemahan. Namun,
jika berkemah di sana harus hati-hati sebab di sekitar terdapat jurang yang
cukup dalam. Di samping jurang, pandangan dapat pula kita tujukan ke
sekitar lokasi yaitu kebun sayur yang jarang kita temukan di perkotaan.
Ternyata dari sanalah aneka sayuran yang membanjiri perkotaan berasal.
Yang banyak kita temukan adalah tanaman wortel yang segar dan
seolah-olah enak dimakan tanpa harus dimasak.

Di sekitar lokasi banyak sekali dijumpai air bersih. Bahkan, air yang
mengalir di sungai-sungai kecil pun masih sangat jernih. Dengan demikian,
peserta kemping tidak perlu takut kekurangan air bersih. Jika ingin
berbelanja kebutuhan sehari-hari atau berbelanja sayuran untuk oleh-oleh
terdapat pasar yang letaknya tidak terlalu jauh. Di sekitar pasar terdapat
kantor polisi, masjid yang cukup besar, dan bahkan pasar yang terletak
berseberangan dengan terminal. Di dekat lokasi kemping terdapat sebuah
SMP Negeri sehingga peserta kemping dapat memanfaatkan fasilitas MCK
SMP Negeri itu, tentu saja jauh hari sebelumnya harus terlebih dahulu
meminta izin kepada pihak sekolah.

7/12/11

RUNTUN MENGAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII SEMESTER 1

Tambahan dari SMP Negeri 3 Pati

1.3 Menyampaikan laporan secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar
1.2 Menulis laporan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
5.3 Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa
5.4 Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama
5.5 Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide
5.6 Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah penulisan
naskah drama

Revisi untuk kode KD 1.2 pada posting di bawah / sebelumnya diganti 1.4 (sumber dari SMP 3 Pati)

7/4/11

Kompetensi Dasar Pelajaran Bahasa Indonesia

Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII Semester Gasal

1.1.Menganalisis laporan
1.2. Menanggapi isi laporan
2.1 Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan perhatikan etika berwawancara
2.2 Menyampaikan laporan secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar
3.1 Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/Buku telepon dengan membaca memindai
3.2 Mendeskripsikan tempat atau arah dalam konteks yang sebenarnya sesuai dengan yang tertera dalam denah
3.3 Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit
4.1 Menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar
4.2    Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan bahasa baku
4.3    Menulis petunjuk me­lakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif
5.1 Menanggapi unsur pementasan naskah drama
5.2 Mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama
6.1 Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa
6.2 Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang ditulis oleh siswa
7.1 Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama
7.2 Membuat sinopsis novel remaja Indonesia
8.1 Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide
8.2 Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah penulisan naskah drama