2/17/12

KD. 12.2.Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas

Bayangkan bahwa kalian adalah wartawan yang akan menulis berita. Berita tersebut akan dimuat di koran atau majalah sekolahmu. Nah, hal-hal apa saja yang harus ada dalam berita? Benar! Harus ada: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Berita harus berpusat pada hal-hal tersebut. Agar tidak ada berita yang menyimpang sebaiknya batasi dengan teras berita seperti pola piramida terbalik.

Judul
Paragraf awal (teras)

Paragraf tengah
(rincian/kronologi)

Paragraf akhir
(tanggapan)

Contoh
Jakarta, Kompas - Pembaca yang mengikuti petualangan magis Harry Potter akan menemukan jawaban di buku Harry Potter ke tujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian. Pada peluncuran buku ke tujuh yang merupakan seri terakhir itu, para penggemar Harry Potter meramaikan acara dengan konvoi mobil dan pesta kostum, Sabtu (12/1) malam di Jakarta.
Sumber: Kompas, 13 Januari 2008

Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman: 60.

Menulis teks berita hampir sama dengan menulis laporan peristiwa. Hal-hal yang ditulis harus berupa fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pokok-pokok berita yang harus diperhatikan, antara lain peristiwa apa yang terjadi, siapa saja yang terlibat, mengapa peristiwa terjadi, kapan dan di mana kejadian tersebut, dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi (5W + 1H).
Teks berita ditulis dalam bentuk deskripsi atau pemaparan kejadian sehingga pembaca atau pendengar mampu mengidentifikasi (menggambarkan) kejadian tanpa melihat langsung. Berikut ini merupakan contoh teks berita.

REKREASI BERSAMA KELUARGA DI SIRKUIT SUGO

Bukan hal yang mengherankan jika olahraga otomotif, khususnya balap motor, telah menjadi keseharian masyarakat Jepang. Maklumlah, negeri itu memang penghasil utama segala jenis sepeda motor yang produknya sudah menyebar merata ke seluruh penjuru bumi.

Sirkuit Sugo merupakan salah satu tempat favorit masyarakat Jepang untuk bersantai, sekaligus menyaksikan kehebatan talenta pembalap mereka. Sirkuit yang bernama lengkap Sportsland Sugo merupakan sarana yang dibangun dan dikembangkan pabrik Yamaha. Dibuka pada tahun 1974, Sirkuit Sugo sangatmideal bagi penggemar olahraga otomotif. Terletak di kawasan berbukit-bukit yang dirimbuni pepohonan pinus,
sirkuit yang hanya membutuhkan waktu 40 menit waktu tempuh dari kota Sendai ini memang tak ubahnya kawasan wisata. Saat seri kelima ajang All Japan Championship pekan lalu, ribuan orang memadati kawasan itu. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga.

Bagi keluarga yang tak ingin merogoh kocek untuk membeli tiket guna menonton dari tribune, mereka tetap punya kesempatan mengikuti lomba. Karena terletak di perbukitan, banyak sudut strategis yang dapat dipakai untuk menonton, tanpa perlu membeli tiket. Pelataran parkir dan taman-taman di sekitar sirkuit pun dapat menjadi tempat ideal untuk menikmati lomba.

Meski sinar matahari cukup terik, angin yang berembus dari celah-celah bukit yang menghijau membuat rekreasi olahraga otomotif di Sugo tetap asyik. (JOY)
Sumber: Kompas, 31 Agustus 2007

Hariningsih, Dwi dkk.. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jkarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman : 78 - 79.

Untuk menyusun berita, perlu diikuti langkah berikut: (a) penemuan peristiwa,
(b) pencarian sumber berita, (c) pewawancaraan, (d) pencatatan hal-hal penting, dan (e) penyusunan berita. Sementara itu, untuk mengomentari teks berita yang baik, diperlukan beberapa kriteria: (1) kelengkapan isi berita (mengandung apa, siapa, di mana, kapan, bagaimana, dan mengapa), (2) keruntutan pemaparan (isi urut dan jelas sehingga mudah dipahami), (3) penggunaan kalimat (singkat dan jelas), dan (4) kosakata yang digunakan adalah bahasa sehari-hari (dapat dipahami semua orang).

Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman : 110.

No comments:

Post a Comment