Berita-berita yang dimuat media cetak terkadang menyuguhkan topik yang sama. Kesamaan topik dapat dipahami jika menyangkut peristiwa sangat penting.
Misalnya, peristiwa Tsunami yang melanda Aceh diliput dan dimuat oleh beberapa media cetak. Perbedaannya hanya terletak pada gaya pemberitaannya saja, sedangkan isinya hampir sama.
Bacalah dua bacaan berikut!
Bacaan pertama
Siswi SMAN Terpilih Duta Remaja
Mutia Prawitasari, siswi SMAN 3 Kota Bogor, terpilih sebagai Duta Remaja Antinarkoba pada puncak acara roadshow Antinarkoba yang digelar di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Sabtu (10-11). Mutia berhasil menyisihkan sembilan finalis lain yang merupakan duta antinarkoba hasil seleksi program roadshow antinarkoba bertajuk Gue Mau Hidup di 10 sekolah di Kota Bogor, selama empat bulan sejak tanggal 23 Mei-28 Agustus 2007.
Tabita Christina, siswi SMP Budi Mulya Kota Bogor, sebagai juara kedua dan Devina Ariandini, siswi SMP Regina Pacis Kota Bogor, sebagai juara ketiga. Sementara itu, kelompok Kangen Fans dari SMAN 1 Kota Bogor sebagai juara pertama 10 Minutes Challenge. Sedangkan Cosmo Dancer dari SMA 3 Kota Bogor dan Crazzy Stuff dari SMAN 4 Kota Bogor, sebagai juara kedua dan ketiga.
Roadshow antinarkoba yang digelar Media Indonesia (grup Lampung Post) bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YPAC) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan roadshow antinarkoba bertema Gue Mau Hidup yang didukung Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Kota (BNK) Bogor, L-Men, Nokia, Telkomsel, HP, PT Telkom, PT Bulog, dan PLN. “Program roadshow antinarkoba bagus dan sangat penting karena dari
1,5% penduduk Indonesia pernah menggunakan narkoba. Sekitar 30%-nya adalah para siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa,” ujar Sekretaris BNN Irjen Pol. Sri Soegiarto.
Sementara itu, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Saur Hutabarat mengatakan seorang duta narkoba lebih penting daripada seorang duta besar. “Seorang duta besar butuh tiga jas, sedangkan duta antinarkoba harus memiliki beberapa unsur positif, yaitu positive thinking, positive feeling, dan positive loving yang semuanya tergabung dalam positive power,” ujar Saur. Selain itu, tidak kurang dari 750 siswa berikut puluhan guru pendamping dari 10 sekolah di Kota Bogor memadati ruangan IPB International Convention Center membacakan ikrar Selamatkan Negara dari Narkoba.
Ikrar yang dipandu relawan Amika Aspar (motivator antinarkoba) menyatakan siap menyelamatkan negara dari narkoba, mengulurkan tangan menyelamatkan sesama dan masa depan bangsa, dan bangkit melawan ketidakberdayaan demi membuktikan keberanian.
Sumber: Lampung Post edisi 12 November 2007
Bacaan kedua
Remaja Harus Dapat Informasi Kespro
Setiap remaja mempunyai hak yang sama mendapatkan akses dan informasi yang tepat berkaitan dengan kesehatan reproduksi (kespro).
Sebab itu, program kespro perlu disosialisasikan tak hanya di sekolah dan pondok pesantren, tapi juga di perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan. Hal ini guna mencegah terjadinya seks bebas dan terjangkitnya HIV/AIDS di kalangan remaja.
“Sebab itu, sosialisasi program kespro di kalangan remaja harus lebih pada menanamkan kesadaran akan arti pentingnya kespro. Mengingat masih banyak keluarga atau orang tua yang tidak memberi cukup ruang bagi anak-anaknya untuk bertanya tentang kespro. Juga agar remaja memiliki pemahaman tentang kesehatan reproduksi dari sisi medis tentunya,” kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza, didampingi Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Edy Warman dan Sekretaris BKKBN Lampung Agus Sulaiman di kantornya, Jumat (5/10).
Dengan demikian, remaja bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, bahaya penyakit HIV/AIDS, bahaya narkoba, dan seks bebas. Ia mengakui pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah karena mereka menganggap kespro merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.
Banyak masyarakat bahkan pengambil kebijaksanaan memiliki persepsi yang keliru tentang kespro. “Seolah-olah bicara kespro itu mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks. Sebab itu, banyak remaja tak paham apa itu kesehatan
reproduksi,” ujar Muchsin.
Akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro terjadi seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, seks bebas, serta narkoba. Padahal, masalah kespro itu luas. Tak mempelajari fungsi organ-organ tubuh, tapi juga masalah pubertas, tumbuh kembangnya remaja, hak-hak remaja, hingga masalah menstruasi, mimpi basah, masturbasi, pacaran, dan sebagainya.
“Bila para remaja memahami hal tersebut, mereka tidak akan melakukan penyimpangan seperti KTD, aborsi, narkoba, dan penyakit menular seksual (PMS),” ujar Muchsin.
Oleh sebab itu, pihaknya gencar menyosialisasi melalui berbagai kegiatan bekerja sama Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, pondok pesantren, dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan.
Bahkan, kini BKKBN mampu membentuk 116 Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi (PIK KRR) di Lampung. Masing-masing dua PIK KRR di Universitas Lampung dan Universitas Malahayati Lampung. Lalu PIK KRR dengan membentuk Sanggar Konsultasi Remaja (SKR) di 32 SMA, 10 pondok pesantren, 72 PIK KRR di kecamatan.
Sumber: Lampung Post edisi 6 Oktober 2007
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
Pertanyaan untuk bacaan pertama:
a. Apa saja nama kompetisi yang diikuti oleh para pelajar tersebut!
b. Siapa saja tiga besar pelajar yang memenangi kompetisi duta antinarkoba?
c. Kelompok mana saja yang berhasil menang di ajang 10 Minutes Challenge?
d. Apa komentar Sekretaris Badan Narkotika Nasional Irjen Pol. Sri Soegiarto?
e. Apa saja isi ikrar yang diucapkan pada acara tersebut?
Pertanyaan untuk bacaan kedua:
a. Apa komentar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza?
b. Mengapa pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah?
c. “Bicara kespro itu hanya mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks”. Benarkah pernyataan itu? Berikan alasan!
d. Apa akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro?
e. Apa saja yang dilakukan oleh BKKBN untuk menyosialisasikan kesehatan
reproduksi?
Kerjakan soal pelatihan ini!
a. Apakah tema utama bacaan pertama?
b. Apakah tema utama bacaan kedua?
DAFTAR PUSTAKA
Hariningsih, Dwi dkk. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan
sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Kramadibrata, dewaki dkk. 2008. Terampil berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs
kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia:
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas
VIII. Jakarata : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Suwandi, Sarwiji dan Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2: Bahasa Kebanggaanku
untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawarti. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2
: Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
No comments:
Post a Comment