Aktivitas yang harus diakukan untuk menguasai kompetensi membacakan teks berita adalah (1) memahami isi berita dan menandai berita yang akan dibacakan serta (2) membacakan dan mengomentari pembacaan berita.
1. Memahami Isi Beritas dan Menandai Berita yang Akan Dibacakan
Bacalah berita yang telah kamu tulis pada kegiatan lalu (pada unit peristiwa)! Agar berita yang dilisankan mudah dipahami oleh pendengar, pembaca berita perlu memahami pemenggalan frasa (satuan makna) dalam melisankan berita. Pemenggalan dilakukan pada setiap satuan makna bukan per kata.
Amati contoh penandaan berikut!
Aksi anarkis sejumlah suporter Persebaya // telah merusak citra sepak bola nasional#. PSSI bersikap tegas dalam menghukum pelaku dan penanggung jawab kerusuhan// di Stadion Gelora Sepuluh November/ Surabaya/ Senin lalu#.
Dari berita tersebut, tampak bahwa pemenggalan dalam melisankan berita tidak per kata, tetapi per satuan makna. Dengan pemahaman satuan makna, bekerjalah secara berkelompok untuk memberi tanda garis miring (/) per satuan makna pada keseluruhan berita di atas! Dalam bahasa Indonesia dikenal tanda-tanda berikut.
Tanda Jeda
● Tanda satu garis miring (/) digunakan untuk jarak satu hembusan nafas (satu ketukan) atau digunakan antarkata dalam frasa.
● Tanda dua baris (//) digunakan untuk tempo ucapan dua ketukan atau digunakan antarfrasa dalam klausa.
● Tanda silang ganda (#) digunakan antarkalimat dalam wacana.
2. Membacakan dan Mengomentari Pembacaan Berita
Dari penandaan yang telah dilakukan, setiap siswa akan membacakan berita di depan kelas. Sementara salah satu membacakan berita, siswa yang lain mengamati dan menilai hal-hal berikut.
a. Apakah pemenggalan dilakukan per satuan makna bukan per kata?
b. Apakah pelafalan setiap kata jelas?
c. Apakah intonasi sesuai dengan isi kalimat?
d. Apakah mimik wajar dan sesuai dengan isi kalimat yang diekspresikan?
Perhatikan video berikut!
1. Memahami Isi Beritas dan Menandai Berita yang Akan Dibacakan
Bacalah berita yang telah kamu tulis pada kegiatan lalu (pada unit peristiwa)! Agar berita yang dilisankan mudah dipahami oleh pendengar, pembaca berita perlu memahami pemenggalan frasa (satuan makna) dalam melisankan berita. Pemenggalan dilakukan pada setiap satuan makna bukan per kata.
Amati contoh penandaan berikut!
Aksi anarkis sejumlah suporter Persebaya // telah merusak citra sepak bola nasional#. PSSI bersikap tegas dalam menghukum pelaku dan penanggung jawab kerusuhan// di Stadion Gelora Sepuluh November/ Surabaya/ Senin lalu#.
Dari berita tersebut, tampak bahwa pemenggalan dalam melisankan berita tidak per kata, tetapi per satuan makna. Dengan pemahaman satuan makna, bekerjalah secara berkelompok untuk memberi tanda garis miring (/) per satuan makna pada keseluruhan berita di atas! Dalam bahasa Indonesia dikenal tanda-tanda berikut.
Tanda Jeda
● Tanda satu garis miring (/) digunakan untuk jarak satu hembusan nafas (satu ketukan) atau digunakan antarkata dalam frasa.
● Tanda dua baris (//) digunakan untuk tempo ucapan dua ketukan atau digunakan antarfrasa dalam klausa.
● Tanda silang ganda (#) digunakan antarkalimat dalam wacana.
2. Membacakan dan Mengomentari Pembacaan Berita
Dari penandaan yang telah dilakukan, setiap siswa akan membacakan berita di depan kelas. Sementara salah satu membacakan berita, siswa yang lain mengamati dan menilai hal-hal berikut.
a. Apakah pemenggalan dilakukan per satuan makna bukan per kata?
b. Apakah pelafalan setiap kata jelas?
c. Apakah intonasi sesuai dengan isi kalimat?
d. Apakah mimik wajar dan sesuai dengan isi kalimat yang diekspresikan?
Perhatikan video berikut!
No comments:
Post a Comment