Bayangkan bahwa kalian adalah wartawan yang akan menulis berita. Berita tersebut akan dimuat di koran atau majalah sekolahmu. Nah, hal-hal apa saja yang harus ada dalam berita? Benar! Harus ada: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Berita harus berpusat pada hal-hal tersebut. Agar tidak ada berita yang menyimpang sebaiknya batasi dengan teras berita seperti pola piramida terbalik.
Judul
Paragraf awal (teras)
Paragraf tengah
(rincian/kronologi)
Paragraf akhir
(tanggapan)
Contoh
Jakarta, Kompas - Pembaca yang mengikuti petualangan magis Harry Potter akan menemukan jawaban di buku Harry Potter ke tujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian. Pada peluncuran buku ke tujuh yang merupakan seri terakhir itu, para penggemar Harry Potter meramaikan acara dengan konvoi mobil dan pesta kostum, Sabtu (12/1) malam di Jakarta.
Sumber: Kompas, 13 Januari 2008
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman: 60.
Menulis teks berita hampir sama dengan menulis laporan peristiwa. Hal-hal yang ditulis harus berupa fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pokok-pokok berita yang harus diperhatikan, antara lain peristiwa apa yang terjadi, siapa saja yang terlibat, mengapa peristiwa terjadi, kapan dan di mana kejadian tersebut, dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi (5W + 1H).
Teks berita ditulis dalam bentuk deskripsi atau pemaparan kejadian sehingga pembaca atau pendengar mampu mengidentifikasi (menggambarkan) kejadian tanpa melihat langsung. Berikut ini merupakan contoh teks berita.
REKREASI BERSAMA KELUARGA DI SIRKUIT SUGO
Bukan hal yang mengherankan jika olahraga otomotif, khususnya balap motor, telah menjadi keseharian masyarakat Jepang. Maklumlah, negeri itu memang penghasil utama segala jenis sepeda motor yang produknya sudah menyebar merata ke seluruh penjuru bumi.
Sirkuit Sugo merupakan salah satu tempat favorit masyarakat Jepang untuk bersantai, sekaligus menyaksikan kehebatan talenta pembalap mereka. Sirkuit yang bernama lengkap Sportsland Sugo merupakan sarana yang dibangun dan dikembangkan pabrik Yamaha. Dibuka pada tahun 1974, Sirkuit Sugo sangatmideal bagi penggemar olahraga otomotif. Terletak di kawasan berbukit-bukit yang dirimbuni pepohonan pinus,
sirkuit yang hanya membutuhkan waktu 40 menit waktu tempuh dari kota Sendai ini memang tak ubahnya kawasan wisata. Saat seri kelima ajang All Japan Championship pekan lalu, ribuan orang memadati kawasan itu. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga.
Bagi keluarga yang tak ingin merogoh kocek untuk membeli tiket guna menonton dari tribune, mereka tetap punya kesempatan mengikuti lomba. Karena terletak di perbukitan, banyak sudut strategis yang dapat dipakai untuk menonton, tanpa perlu membeli tiket. Pelataran parkir dan taman-taman di sekitar sirkuit pun dapat menjadi tempat ideal untuk menikmati lomba.
Meski sinar matahari cukup terik, angin yang berembus dari celah-celah bukit yang menghijau membuat rekreasi olahraga otomotif di Sugo tetap asyik. (JOY)
Sumber: Kompas, 31 Agustus 2007
Hariningsih, Dwi dkk.. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jkarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman : 78 - 79.
Untuk menyusun berita, perlu diikuti langkah berikut: (a) penemuan peristiwa,
(b) pencarian sumber berita, (c) pewawancaraan, (d) pencatatan hal-hal penting, dan (e) penyusunan berita. Sementara itu, untuk mengomentari teks berita yang baik, diperlukan beberapa kriteria: (1) kelengkapan isi berita (mengandung apa, siapa, di mana, kapan, bagaimana, dan mengapa), (2) keruntutan pemaparan (isi urut dan jelas sehingga mudah dipahami), (3) penggunaan kalimat (singkat dan jelas), dan (4) kosakata yang digunakan adalah bahasa sehari-hari (dapat dipahami semua orang).
Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman : 110.
Selamat belajar, kalau Kalian siswa SMP Negeri 3 Pati gunakan blog ini sebagai media pembelajaran. Kalian ingat visi sekolah kita kan? "Menuju Sekolah Berkarakter Kebangsaan, Berkualitas, dan Berwawasan Lingkungan". Mari kita sukseskan visi sekolah kita. Salam dari saya, Nyamat, M.Pd.
2/17/12
2/9/12
Menemukan masalah utama dari beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ektensif
Berita-berita yang dimuat media cetak terkadang menyuguhkan topik yang sama. Kesamaan topik dapat dipahami jika menyangkut peristiwa sangat penting.
Misalnya, peristiwa Tsunami yang melanda Aceh diliput dan dimuat oleh beberapa media cetak. Perbedaannya hanya terletak pada gaya pemberitaannya saja, sedangkan isinya hampir sama.
Bacalah dua bacaan berikut!
Bacaan pertama
Siswi SMAN Terpilih Duta Remaja
Mutia Prawitasari, siswi SMAN 3 Kota Bogor, terpilih sebagai Duta Remaja Antinarkoba pada puncak acara roadshow Antinarkoba yang digelar di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Sabtu (10-11). Mutia berhasil menyisihkan sembilan finalis lain yang merupakan duta antinarkoba hasil seleksi program roadshow antinarkoba bertajuk Gue Mau Hidup di 10 sekolah di Kota Bogor, selama empat bulan sejak tanggal 23 Mei-28 Agustus 2007.
Tabita Christina, siswi SMP Budi Mulya Kota Bogor, sebagai juara kedua dan Devina Ariandini, siswi SMP Regina Pacis Kota Bogor, sebagai juara ketiga. Sementara itu, kelompok Kangen Fans dari SMAN 1 Kota Bogor sebagai juara pertama 10 Minutes Challenge. Sedangkan Cosmo Dancer dari SMA 3 Kota Bogor dan Crazzy Stuff dari SMAN 4 Kota Bogor, sebagai juara kedua dan ketiga.
Roadshow antinarkoba yang digelar Media Indonesia (grup Lampung Post) bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YPAC) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan roadshow antinarkoba bertema Gue Mau Hidup yang didukung Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Kota (BNK) Bogor, L-Men, Nokia, Telkomsel, HP, PT Telkom, PT Bulog, dan PLN. “Program roadshow antinarkoba bagus dan sangat penting karena dari
1,5% penduduk Indonesia pernah menggunakan narkoba. Sekitar 30%-nya adalah para siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa,” ujar Sekretaris BNN Irjen Pol. Sri Soegiarto.
Sementara itu, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Saur Hutabarat mengatakan seorang duta narkoba lebih penting daripada seorang duta besar. “Seorang duta besar butuh tiga jas, sedangkan duta antinarkoba harus memiliki beberapa unsur positif, yaitu positive thinking, positive feeling, dan positive loving yang semuanya tergabung dalam positive power,” ujar Saur. Selain itu, tidak kurang dari 750 siswa berikut puluhan guru pendamping dari 10 sekolah di Kota Bogor memadati ruangan IPB International Convention Center membacakan ikrar Selamatkan Negara dari Narkoba.
Ikrar yang dipandu relawan Amika Aspar (motivator antinarkoba) menyatakan siap menyelamatkan negara dari narkoba, mengulurkan tangan menyelamatkan sesama dan masa depan bangsa, dan bangkit melawan ketidakberdayaan demi membuktikan keberanian.
Sumber: Lampung Post edisi 12 November 2007
Bacaan kedua
Remaja Harus Dapat Informasi Kespro
Setiap remaja mempunyai hak yang sama mendapatkan akses dan informasi yang tepat berkaitan dengan kesehatan reproduksi (kespro).
Sebab itu, program kespro perlu disosialisasikan tak hanya di sekolah dan pondok pesantren, tapi juga di perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan. Hal ini guna mencegah terjadinya seks bebas dan terjangkitnya HIV/AIDS di kalangan remaja.
“Sebab itu, sosialisasi program kespro di kalangan remaja harus lebih pada menanamkan kesadaran akan arti pentingnya kespro. Mengingat masih banyak keluarga atau orang tua yang tidak memberi cukup ruang bagi anak-anaknya untuk bertanya tentang kespro. Juga agar remaja memiliki pemahaman tentang kesehatan reproduksi dari sisi medis tentunya,” kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza, didampingi Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Edy Warman dan Sekretaris BKKBN Lampung Agus Sulaiman di kantornya, Jumat (5/10).
Dengan demikian, remaja bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, bahaya penyakit HIV/AIDS, bahaya narkoba, dan seks bebas. Ia mengakui pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah karena mereka menganggap kespro merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.
Banyak masyarakat bahkan pengambil kebijaksanaan memiliki persepsi yang keliru tentang kespro. “Seolah-olah bicara kespro itu mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks. Sebab itu, banyak remaja tak paham apa itu kesehatan
reproduksi,” ujar Muchsin.
Akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro terjadi seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, seks bebas, serta narkoba. Padahal, masalah kespro itu luas. Tak mempelajari fungsi organ-organ tubuh, tapi juga masalah pubertas, tumbuh kembangnya remaja, hak-hak remaja, hingga masalah menstruasi, mimpi basah, masturbasi, pacaran, dan sebagainya.
“Bila para remaja memahami hal tersebut, mereka tidak akan melakukan penyimpangan seperti KTD, aborsi, narkoba, dan penyakit menular seksual (PMS),” ujar Muchsin.
Oleh sebab itu, pihaknya gencar menyosialisasi melalui berbagai kegiatan bekerja sama Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, pondok pesantren, dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan.
Bahkan, kini BKKBN mampu membentuk 116 Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi (PIK KRR) di Lampung. Masing-masing dua PIK KRR di Universitas Lampung dan Universitas Malahayati Lampung. Lalu PIK KRR dengan membentuk Sanggar Konsultasi Remaja (SKR) di 32 SMA, 10 pondok pesantren, 72 PIK KRR di kecamatan.
Sumber: Lampung Post edisi 6 Oktober 2007
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
Pertanyaan untuk bacaan pertama:
a. Apa saja nama kompetisi yang diikuti oleh para pelajar tersebut!
b. Siapa saja tiga besar pelajar yang memenangi kompetisi duta antinarkoba?
c. Kelompok mana saja yang berhasil menang di ajang 10 Minutes Challenge?
d. Apa komentar Sekretaris Badan Narkotika Nasional Irjen Pol. Sri Soegiarto?
e. Apa saja isi ikrar yang diucapkan pada acara tersebut?
Pertanyaan untuk bacaan kedua:
a. Apa komentar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza?
b. Mengapa pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah?
c. “Bicara kespro itu hanya mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks”. Benarkah pernyataan itu? Berikan alasan!
d. Apa akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro?
e. Apa saja yang dilakukan oleh BKKBN untuk menyosialisasikan kesehatan
reproduksi?
Kerjakan soal pelatihan ini!
a. Apakah tema utama bacaan pertama?
b. Apakah tema utama bacaan kedua?
DAFTAR PUSTAKA
Hariningsih, Dwi dkk. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan
sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Kramadibrata, dewaki dkk. 2008. Terampil berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs
kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia:
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas
VIII. Jakarata : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Suwandi, Sarwiji dan Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2: Bahasa Kebanggaanku
untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawarti. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2
: Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Misalnya, peristiwa Tsunami yang melanda Aceh diliput dan dimuat oleh beberapa media cetak. Perbedaannya hanya terletak pada gaya pemberitaannya saja, sedangkan isinya hampir sama.
Bacalah dua bacaan berikut!
Bacaan pertama
Siswi SMAN Terpilih Duta Remaja
Mutia Prawitasari, siswi SMAN 3 Kota Bogor, terpilih sebagai Duta Remaja Antinarkoba pada puncak acara roadshow Antinarkoba yang digelar di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Sabtu (10-11). Mutia berhasil menyisihkan sembilan finalis lain yang merupakan duta antinarkoba hasil seleksi program roadshow antinarkoba bertajuk Gue Mau Hidup di 10 sekolah di Kota Bogor, selama empat bulan sejak tanggal 23 Mei-28 Agustus 2007.
Tabita Christina, siswi SMP Budi Mulya Kota Bogor, sebagai juara kedua dan Devina Ariandini, siswi SMP Regina Pacis Kota Bogor, sebagai juara ketiga. Sementara itu, kelompok Kangen Fans dari SMAN 1 Kota Bogor sebagai juara pertama 10 Minutes Challenge. Sedangkan Cosmo Dancer dari SMA 3 Kota Bogor dan Crazzy Stuff dari SMAN 4 Kota Bogor, sebagai juara kedua dan ketiga.
Roadshow antinarkoba yang digelar Media Indonesia (grup Lampung Post) bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YPAC) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan roadshow antinarkoba bertema Gue Mau Hidup yang didukung Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Kota (BNK) Bogor, L-Men, Nokia, Telkomsel, HP, PT Telkom, PT Bulog, dan PLN. “Program roadshow antinarkoba bagus dan sangat penting karena dari
1,5% penduduk Indonesia pernah menggunakan narkoba. Sekitar 30%-nya adalah para siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa,” ujar Sekretaris BNN Irjen Pol. Sri Soegiarto.
Sementara itu, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Saur Hutabarat mengatakan seorang duta narkoba lebih penting daripada seorang duta besar. “Seorang duta besar butuh tiga jas, sedangkan duta antinarkoba harus memiliki beberapa unsur positif, yaitu positive thinking, positive feeling, dan positive loving yang semuanya tergabung dalam positive power,” ujar Saur. Selain itu, tidak kurang dari 750 siswa berikut puluhan guru pendamping dari 10 sekolah di Kota Bogor memadati ruangan IPB International Convention Center membacakan ikrar Selamatkan Negara dari Narkoba.
Ikrar yang dipandu relawan Amika Aspar (motivator antinarkoba) menyatakan siap menyelamatkan negara dari narkoba, mengulurkan tangan menyelamatkan sesama dan masa depan bangsa, dan bangkit melawan ketidakberdayaan demi membuktikan keberanian.
Sumber: Lampung Post edisi 12 November 2007
Bacaan kedua
Remaja Harus Dapat Informasi Kespro
Setiap remaja mempunyai hak yang sama mendapatkan akses dan informasi yang tepat berkaitan dengan kesehatan reproduksi (kespro).
Sebab itu, program kespro perlu disosialisasikan tak hanya di sekolah dan pondok pesantren, tapi juga di perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan. Hal ini guna mencegah terjadinya seks bebas dan terjangkitnya HIV/AIDS di kalangan remaja.
“Sebab itu, sosialisasi program kespro di kalangan remaja harus lebih pada menanamkan kesadaran akan arti pentingnya kespro. Mengingat masih banyak keluarga atau orang tua yang tidak memberi cukup ruang bagi anak-anaknya untuk bertanya tentang kespro. Juga agar remaja memiliki pemahaman tentang kesehatan reproduksi dari sisi medis tentunya,” kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza, didampingi Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Edy Warman dan Sekretaris BKKBN Lampung Agus Sulaiman di kantornya, Jumat (5/10).
Dengan demikian, remaja bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, bahaya penyakit HIV/AIDS, bahaya narkoba, dan seks bebas. Ia mengakui pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah karena mereka menganggap kespro merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.
Banyak masyarakat bahkan pengambil kebijaksanaan memiliki persepsi yang keliru tentang kespro. “Seolah-olah bicara kespro itu mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks. Sebab itu, banyak remaja tak paham apa itu kesehatan
reproduksi,” ujar Muchsin.
Akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro terjadi seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, seks bebas, serta narkoba. Padahal, masalah kespro itu luas. Tak mempelajari fungsi organ-organ tubuh, tapi juga masalah pubertas, tumbuh kembangnya remaja, hak-hak remaja, hingga masalah menstruasi, mimpi basah, masturbasi, pacaran, dan sebagainya.
“Bila para remaja memahami hal tersebut, mereka tidak akan melakukan penyimpangan seperti KTD, aborsi, narkoba, dan penyakit menular seksual (PMS),” ujar Muchsin.
Oleh sebab itu, pihaknya gencar menyosialisasi melalui berbagai kegiatan bekerja sama Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, pondok pesantren, dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan.
Bahkan, kini BKKBN mampu membentuk 116 Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi (PIK KRR) di Lampung. Masing-masing dua PIK KRR di Universitas Lampung dan Universitas Malahayati Lampung. Lalu PIK KRR dengan membentuk Sanggar Konsultasi Remaja (SKR) di 32 SMA, 10 pondok pesantren, 72 PIK KRR di kecamatan.
Sumber: Lampung Post edisi 6 Oktober 2007
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
Pertanyaan untuk bacaan pertama:
a. Apa saja nama kompetisi yang diikuti oleh para pelajar tersebut!
b. Siapa saja tiga besar pelajar yang memenangi kompetisi duta antinarkoba?
c. Kelompok mana saja yang berhasil menang di ajang 10 Minutes Challenge?
d. Apa komentar Sekretaris Badan Narkotika Nasional Irjen Pol. Sri Soegiarto?
e. Apa saja isi ikrar yang diucapkan pada acara tersebut?
Pertanyaan untuk bacaan kedua:
a. Apa komentar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza?
b. Mengapa pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah?
c. “Bicara kespro itu hanya mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks”. Benarkah pernyataan itu? Berikan alasan!
d. Apa akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro?
e. Apa saja yang dilakukan oleh BKKBN untuk menyosialisasikan kesehatan
reproduksi?
Kerjakan soal pelatihan ini!
a. Apakah tema utama bacaan pertama?
b. Apakah tema utama bacaan kedua?
DAFTAR PUSTAKA
Hariningsih, Dwi dkk. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan
sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Kramadibrata, dewaki dkk. 2008. Terampil berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs
kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia:
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas
VIII. Jakarata : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Suwandi, Sarwiji dan Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2: Bahasa Kebanggaanku
untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawarti. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2
: Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Subscribe to:
Comments (Atom)