8/21/13

4.3. Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif

Untuk berlatih menulis bahasa petunjuk, ada beberapa langkah yang dapat kalian lakukan, antara lain: mengenali dan memvariasikan bahasa petunjuk, menyusun kalimat petunjuk berdasarkan isi teks, melengkapi gambar dengan bahasa petunjuk, menyimpulkan ciri bahasa petunjuk, membuat bahasa petunjuk melakukan suatu pekerjaan, dan berlatih saling menilai bahasa petunjuk yang dibuat.

Pedoman (aspek-aspek) penilaian petunjuk seperti berikut.
Ketepatan dan Kelengkapan isi
• Apakah bahasa petunjuk mengandung langkah yang lengkap dari awal sampai akhir?
• Apakah isi semua bahasa petunjuk urut dan saling berkaitan?
• Apakah semua bahasa petunjuk sesuai dengan yang akan dibuat/dilakukan?

Penggunaan bahasa, ejaan, dan tanda baca
• Kurang dari 10% ditemukan kesalahan penggunaan kata, struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
• Apakah semua kalimat perintah yang disusun jelas dan tidak menimbulkan banyak arti?

Amati peragaan pada video berikut!





11.3 Membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas

Aktivitas yang harus diakukan untuk menguasai kompetensi membacakan teks berita adalah (1) memahami isi berita dan menandai berita yang akan dibacakan serta (2) membacakan dan mengomentari pembacaan berita.

1. Memahami Isi Beritas dan Menandai Berita yang Akan Dibacakan
Bacalah berita yang telah kamu tulis pada kegiatan lalu (pada unit peristiwa)! Agar berita yang dilisankan mudah dipahami oleh pendengar, pembaca berita perlu memahami pemenggalan frasa (satuan makna) dalam melisankan berita. Pemenggalan dilakukan pada setiap satuan makna bukan per kata.

Amati contoh penandaan berikut!
Aksi anarkis sejumlah suporter Persebaya // telah merusak citra sepak bola nasional#. PSSI bersikap tegas dalam menghukum pelaku dan penanggung jawab kerusuhan// di Stadion Gelora Sepuluh November/ Surabaya/ Senin lalu#.

Dari berita tersebut, tampak bahwa pemenggalan dalam melisankan berita tidak per kata, tetapi per satuan makna. Dengan pemahaman satuan makna, bekerjalah secara berkelompok untuk memberi tanda garis miring (/) per satuan makna pada keseluruhan berita di atas! Dalam bahasa Indonesia dikenal tanda-tanda berikut.

Tanda Jeda
● Tanda satu garis miring (/) digunakan untuk jarak satu hembusan nafas (satu ketukan) atau digunakan antarkata dalam frasa.
● Tanda dua baris (//) digunakan untuk tempo ucapan dua ketukan atau digunakan antarfrasa dalam klausa.
● Tanda silang ganda (#) digunakan antarkalimat dalam wacana.

2. Membacakan dan Mengomentari Pembacaan Berita
Dari penandaan yang telah dilakukan, setiap siswa akan membacakan berita di depan kelas. Sementara salah satu membacakan berita, siswa yang lain mengamati dan menilai hal-hal berikut.
a. Apakah pemenggalan dilakukan per satuan makna bukan per kata?
b. Apakah pelafalan setiap kata jelas?
c. Apakah intonasi sesuai dengan isi kalimat?
d. Apakah mimik wajar dan sesuai dengan isi kalimat yang diekspresikan?


Perhatikan video berikut!


Laporan Adiwiyata SMPN 3 Pati tahun 2012 oleh Kelompok Kuning Kelas 8B .wmv

Sinopsis Novel Remaja

8/20/13

Perangkat KBM Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Negeri 3 Pati Tahun Pelajaran 2013/2014

Perangkat Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Negeri 3 Pati Tahun Pelajaran 2013/2014
1. RPP semester gasal dan genap
2. Program Tahunan (Prota)
3. Pemetaan SK
4. Silabus semester gasal dan genap
5.Program Semester (Promes)
6. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Silakan klik Perangkat Pembelajaran tautan (link) di atas!

isi nama email dan pasword email Anda (pilih I'm a Student)
pakai group code 3s2tyl dan nama group  perangkat KBM download pada assigment





Sinopsis Novel Remaja

Novel merupakan salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa. Novel yang banyak beredar di pasaran dan banyak disukai pelajar adalah novel remaja. Novel remaja memang agak berbeda dengan novel dewasa. Novel remaja biasanya berisi masalah-masalah ringan seputar kehidupan remaja. Namun, dalam setiap novel yang dibaca akan dapat ditemukan pesan-pesan yang mengandung nilai pendidikan untuk para remaja. Ini merupakan salah satu alasan pentingnya penguasaan kompetensi dasar membuat sinopsis novel ramaja Indonesia.

Tahapan menulis sinopsis novel remaja
1. Membaca keseluruhan isi novel secara intensif sehingga benarbenar memahami isi novel.
2. Mencermati jalan cerita (alur) dalam novel.
3. Rumuskan tahapantahapan cerita sesuai alur dengan kalimat-kalimat singkat.
4. Susunlah tahapantahapan cerita yang berupa kalimatkalimat singkat itu menjadi paragraf yang padu.

Contoh hasil sinopsis novel remaja yang diupload siswa SMPN 3 Pati




http://www.youtube.com/watch?v=LNe-Jm7GfKQ

http://www.youtube.com/watch?v=1y8XUv0t_NQ

Menulis Kreatif Naskah Drama

Menulis Kreatif Naskah Drama

Struktur Naskah Drama
Sebelum kamu menulis naskah drama, perlu dipahami struktur yang membangun naskah drama. Struktur naskah drama itu meliputi:

a. Plot/alur
Plot atau alur adalah jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik
antara dua tokoh atau lebih yang saling berlawanan.

b. Penokohan dan perwatakan Penokohan erat hubungannya dengan perwatakan. Penokohan merupakan susunan tokoh-tokoh yangberperan dalam drama. Selanjutnya, tokoh-tokoh itu dijelaskan keadaan fisik dan psikisnya sehingga akan memiliki watak atau karakter yang berbeda-beda.

c. Dialog (percakapan)
Ciri khas naskah drama adalah naskah itu berbentuk percakapan atau dialog. Dialog dalam naskah drama menggunakan ragam bahasa yang komunikatif sebagai tiruan bahasa sehari-hari bukan ragam bahasa tulis.

d. Setting (tempat, waktu dan suasana)
Setting (latar cerita) adalah penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya sebuah cerita.

e. Tema (dasar cerita)
Tema merupakan gagasan pokok yang mendasari sebuah cerita dalam drama.Tema dikembangkan melalui alur dramatik dalam plot melalui tokoh-tokoh antagonis dan protagonis dengan perwatakan yang berlawanan sehingga memungkinkan munculnya konflik di antara keduanya.

f. Amanat atau pesan pengarang
Sadar atau tidak sadar pengarang naskah drama pasti menyampaikan sebuah pesan tertentu dalam karyanya. Pesan itu dapat tersirat dan tersurat. Pembaca yang jeli akan mampu mencari pesan yang terkandung dalam naskah drama. Pesan dapat disampaikan melalui percakapan antartokoh atau perilaku setiap tokoh.

g. Petunjuk teknis/teks samping
Dalam naskah drama diperlukan petunjuk teknis atau teks samping yang sangat diperlukan apabila naskah drama itu akan dipentaskan. Petunjuk samping itu berguna untuk petunjuk teknis tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, musik, keluar masuk tokoh, keras lemahnya dialog, warna suara, dan sebagainya.

Klasifikasi Drama:
1. Tragedi (drama duka atau duka cerita).
2. Melodrama.
3. Komedi (drama ceria)
4. Dagelan.

Referensi
Suwandi, Sarwiji dan Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2: Bahasa Kebanggaankuuntuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 14 - 15


http://www.youtube.com/watch?v=Yes2VaOPWcY

3/20/13

Materi Ulangan Tengah Semester Genap 2012/2013

Materi UTS Bahasa Indonesia kelas VIII meliputi berita, pembawa acara, diskusi (persetujuan, penolakan, sanggahan), slogan & Poster, dan merangkum buku ilmu pngetahuan populer. Adapun referensi BSE berikut ini. Hariningsih, Dwi dkk. 2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan dengan Bahasa dan Sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

3/13/13

Novel

Novel merupakan salah satu bentuk (genre) karya sastra. Novel biasanya menceritakan seluruh atau sebagian saja tentang kehidupan seseorang. Tokoh dalam sebuah novel tidak terpusat hanya pada seseorang tokoh seperti dalam cerita pendek. Konflik/permasalahannya juga lebih rumit. Kisah dalam novel diceritakan secara panjang lebar dan detail (Hariningsih, 2008:59).

Karya novel dibangun oleh beberapa unsur intrinsik. Unsur intrinsik tersebut, antara lain tema cerita, alur cerita, pelaku/penokohan, sudut pandang, amanat, dan latar waktu, tempat serta kejadian atau peristiwa. Tema dan latar merupakan unsur intrinsik yang membangun sebuah novel. Tema merupakan gambaran umum cerita novel. Tema novel bisanya bersumber dari konflik kehidupan manusia seharĂ­-hari, antara lain kisah cinta, kepahlawanan, peperangan, dan persahabatan. Latar atau setting terbagi atas tiga bagian, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Latar tempat menjelaskan tempat terjadinya peristiwa dalam novel, latar waktu mendeskripsikan kapan peristiwa terjadi, dan latar suasana menjelaskan suasana yang melatarbelakangi peristiwa.

Alur merupakan urutan kejadian dalam cerita novel. Alur memiliki tahapan. Dalam novel, alur biasanya detail dan kompleks. Tahapan alur, antara lain pengenalan cerita, pengenalan konflik, klimaks, antiklimaks, dan berakhir pada penyelesaian.Alur terbagi dalam tiga jenis, yaitu.
1. alur maju (progresif), yaitu urutan kejadian mengarah ke masa depan,
2. alur mundur (regresif/flash back), yaitu urutan kejadian mengarah ke masa lalu,
3. alur campuran, yaitu alur/urutan kejadian yang merupakan gabungan dua macam alur di atas. Ada alur maju dan ada alur mundur.

Unsur pelaku/penokohan merupakan tokoh yang menjadi pelaku dalam cerita novel. Pelaku atau tokoh tersebut mempunyai karakterisasi masing-masing. Ada yang perwatakannya pemarah, tegas, pemalu dan sebagainya.

Hariningsih, Dwi. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan sastra Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.