1/19/12

Puisi Kelas VIII dari BSE

Ciriciri puisi
a. Rima
Rima merupakan pola sajak atau persamaan bunyi pada larik suatu puisi. Rima menurut letaknya dibagi menjadi rima awal, tengah, dan akhir.
b. Irama
Irama dapat juga berarti pergantian, keras lembut, atau panjang pendek kata secara berulang-ulang dengan tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi.
contoh :
Pagiku hilang / sudah melayang
Hari mudaku / telah pergi
Kini petang / datang membayang
Barang usiaku / sudah tinggi

c. Pilihan kata
Kata-kata yang dipasangkan dengan kata-kata tertentu sehingga menimbulkan suasana yang lebih sesuai.
d. Makna kata
Makna kata di dalam puisi dibagi dua yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Kata ‘Pagiku hilang sudah melayang’, kata ‘Pagiku’ bermakna konotasi yaitu masa muda.
(Maryati, 2008: 54)

Menulis puisi dengan menggunakan pilihan kata yang puitis dan multimakna, rima yang indah, serta bahasa yang kreatif, ada beberapa cara sbb.
(1) menulis puisi berdasarkan rangsangan gambar,
(2) menulis puisi berdasarkan perenungan terhadap peristiwa yang terjadi,
(3) menulis puisi berdasarkan pengamatan objek/kegiatan, dan
(4) menulis puisi dengan berbagai rangsangan. (Kisyani, 2008: 166)

Puisi bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Aturan yang dimaksud misalnya jumlah kata, jumlah baris, jumlah bait, dan persamaan bunyi atau rima. Dalam puisi bebas, aturan-aturan itu boleh diikuti boleh tidak, yang terpenting adalah bagaimana pikiran dan perasaan itu dapat diekspresikan dengan pilihan kata yang tepat sehingga menghasilkan makna yang tajam dan mendalam.

Dalam menulis puisi bebas, kamu bebas mengekpresikan pengalamanpengalaman hidup, pikiran, perasaan, imajinasi, atau cita-caita. Ekspresi dalam menulis puisi tetap harus memperhatikan estetika atau keindahan berbahasa. Ekspresi yang disampaikan dengan bahasa penuh keindahan akan dapat menghadirkan kenikmatan tersendiri bagi pembaca. Chairil Anwar merupakan salah satu sastrawan yang banyak menulis puisi dengan mementingkan isi dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya daripada bentuk puisi itu sendiri (Sarwiji, 2008: 171).

Sebenarnya menulis puisi tidak sesulit yang dibayangkan, karena sebuah puisi merupakan ungkapan jiwa seseorang atas pengolahan pengalamannya. Siapa pun yang hidup pasti punya jiwa, berarti siapa pun dapat menulis puisi. Dalam hal ini, tinggal bagaimana seseorang tersebut dapat melatih untuk menata ungkapan-ungkapan jiwa tersebut ke dalam kalimat-kalimat yang puitis.

Proses menulis puisi dapat diawali dengan keinginan menuliskan segala sesuatu yang dirasakan atau dipikirkan. Misalnya kalian ingin menulis tentang laut, sejenak kalian bayangkan dan renungkan tentang laut. Tuliskan segala sesuatu yang terlintas
dalam benak dan pikiran kalian tentang laut. Teruslah mencari halhal yang lebih dalam dan lebih jauh berkaitan dengan laut. Setelah selesai menuliskan semuanya, suntinglah tulisan tersebut dengan memerhatikan letak urutan, tata kalimat, diksi, keserasian bait, baris, dan rimanya (Asep, 2008: 136).

Pernahkah kamu membuat kalimat-kalimat indah di saat senggang dalam sebuah buku harian, misalnya? Pernahkah juga kamu menulis bait-bait indah saat mengirim kado ulang tahun temanmu? Pernahkah kamu mendapat sanjungan, "Puitis sekali kalimatmu!", atau misalnya, "Dia itu orangnya puitis ya?" Apakah hal-hal tersebut bisa dikatakan kamu sedang berpuisi? Tahukah kamu apa puisi itu?

Kamu tahu bahwa puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dengan bentuk karya sastra lainnya, yakni prosa maupun drama. Perbedaannya ialah pilihan kata pada puisi lebih memunculkan imajinasi yang berkembang dan puisi memiliki kepadatan bahasa dibandingkan dengan prosa dan drama.
Ciri-ciri umum puisi, meliputi unsur lahir dan unsur batin. Unsur lahir (fisik) puisi mencakup, antara lain, irama, persajakan, intonasi, repetisi. Unsur lahir puisi Kepada Peminta-minta terlihat pada kata-kata yang digunakan dalam tiap larik. Keindahan dan kemanisan bunyi, pengulangan beberapa kata, nada-nada ucap yang haru akan terasa saat puisi dibaca. Unsur batin puisi meliputi sebagai berikut.
1. Tema dan makna
Tema adalah persoalan yang ingin diungkapkan oleh penyair. Ada puisi yang sekali baca kamu bisa tahu temanya. Ada pula puisi yang mesti dibaca berulang-ulang baru kamu mengetahui temanya. Tema bisa kamu ketahui dengan cara memahami makna kata di dalamnya, baik secara tersurat maupun tersirat. Adapun pencarian makna yang bersifat indrawi bisa kamu ketahui melalui pencitraan. Ada empat pencitraan dalam
puisi, yaitu.
a. citraan perasa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
b. citraan visual
Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
c. citraan gerak
Nanah meleleh dari luka
Sambil berjalan kau usap juga
d. citraan pendengaran
Dibibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku
2. Rasa
Rasa merupakan sikap emosi penyair terhadap pokok permasalahan yang ia ungkapkan
dalam puisi. Dalam puisi Kepada Peminta-minta, naluri Chairil Anwar tersentuh melihat keadaan orang yang menderita. Puisi ini menimbulkan kesan haru disebabkan penyair merasa berdosa karena mengabaikan orang-orang menderita tersebut.
3. Amanat
Amanat merupakan sesuatu yang hendak disampaikan maupun efek tertentu yang dikehendaki oleh penyair melalui puisinya. Kepada Peminta-minta mengamanatkan seseorang agar tidak mengabaikan orang-orang yang menderita (Dewaki, 2008: 168).

1 comment: