8/20/14

Perangkat KBM Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 1 dan 2 Kurikulum 2013

Bab I Tema Teks Fabel RPP 3.1 downlod di sini
Bab I Tema Teks Fabel RPP 3.2 downlod di sini
Bab I Tema Teks Fabel RPP 3.4  downlod di sini
Bab II Tema Teks Biografi  RPP 3.1 downlod di sini
Bab II Tema Teks Biografi  RPP 3.2 downlod di sini
Bab II Tema Teks Biografi  RPP 3.4 downlod di sini
Bab III Tema Teks Prosedur  RPP 3.1 downlod di sini
Bab III Tema Teks Prosedur  RPP 3.2 downlod di sini
Bab III Tema Teks Prosedur  RPP 3.4 downlod di sini
RPP Bab IV Teks Diskusi download di sini
RPP Bab V Teks Ulasan download di sini
Silabus Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester II download di sisni
Silabus Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester I download di sini
Program Tahunan dan Program Semester download di sini
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) download di sini
Rincian Minggu Efektif download di sini
KKM VII Semester 1 download di sini
Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum 2013 download di sini
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum 2013 download di sini
Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Kurikulum 2013 download di sini

7/19/14

Tugas Libur Hari Raya Idhul Fitri untuk Siswa-Siswi Kelas VII I

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, pada kolom komentar di bawah soal ini! Jangan lupa tulis nama kelas dan nomor absen Kamu!

                                                                            Cinta Lingkungan

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.

Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.

Ekosistem di Indonesia yang masih terjaga, salah satunya, adalah kawasan  Gunung Kidul. Di daerah itu sungai di bawah tanah airnya melimpah. Di gua dan sekitar sungai  masih dihuni segerombolan kelelawar dan
fitoplankton. Fitoplankton itu menjadi makanan  ikan sehingga ikan berkembang biak dengan baik. Hewan-hewan melata atau reptil, seperti ular, kadal, dan tokek masih berkeliaran. Burung-burung kecil
berkicau, musang berlari-larian, ayam berkokok, dan berbagai serangga hidup saling pengaruh.

Alam yang indah ini harus dicintai, dijaga, dan dilestarikan. Kecintaan pada alam itu harus selalu kita tumbuhkan kepada seluruh warga Indonesia. Selain itu, rasa cinta itu juga harus terus ditanamkan agar
alam Indonesia tetap menjadi paru-paru dunia yang bermanfaat bagi kehidupan seluruh makhluk yang hidup dari masa ke masa.

Diolah dari sumber “Lingkungan Hidup” Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan   Lingkungan Hidup, 27 April 2012

Untuk mengetahui  pemahaman Kamu tentang teks model itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 
1) Apakah yang disebut dengan lingkungan hidup?
2) Unsur apa sajakah yang ada di dalam lingkungan hidup?
3) Bagaimanakah cara menjaga lingkungan hidup?
4) Bagaimanakah ciri ekosistem yang terjaga?
5) Manfaat apakah yang diperoleh dari  alam yang terpelihara?
6) Apakah inti paragraf satu?
7) Pada paragraf ke berapa deskripsi lingkungan hidup dinyatakan?
8) Pada paragraf ke berapa fungsi lingkungan hidup dinyatakan?
9) Pada paragraf ke berapa penulis menyatakan daerah yang mengalami konservasi?
10) Apa yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir?

Sumber:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan - Buku Siswa Kelas VII SMP/MTs. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (halaman 5 - 6)

7/15/14

Artikel Kurikulum 2013



Guru dalam Pembelajaran Kurikulum 2013
Oleh Nyamat

Sejumlah guru di sekolah percontohan Kurikulum 2013 belum seluruhnya mengubah pola mengajar (SM, 7/7/14). Padahal pembelajaran Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pembebelajaran menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran di kelas. Proses kerja pendekatan tersebut perlu memenuhi kriteria ilmiah yang mengedepankan penalaran induktif (inductive reasioning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductive reasioning). Penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas, merujuk pada teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik.
Peran guru pada pendekatan saintifik sebagai fasilitator perlu memberi fasilitas pada peserta didik untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan hal yang penting dari suatu benda atau objek. Tanpa fasilitasi tersebut pengamatan peserta didik kurang terarah dan tidak tahu mana yang bagian utama objek pengamatan dan bagian pelengkap objek pengamatan.
Kegiatan menanya, fasilatsi guru yaitu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain. Pertanyaan bersifat faktual dan hipotetik. Peserta didik perlu dikembangkan rasa ingin tahu yang menjadi dasar untuk mencari informasi lebih lanjut dan beragam dari sumber yang ditentukan guru sampai sumber yang ditentukan sendiri oleh peserta didik.
Fasilitasi guru dalam kegiatan mengumpulkan informasi dan mengasosiasi yaitu mengarahkan peserta didik untuk membaca buku dan sumber lain (media massa baik cetak maupun elektronik) yang lebih banyak. Dari kegiatan tersebut akan terkumpul informasi yang menjadi dasar untuk memproses informasi ada tidaknya keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang telah ditentukan.
Sedang kegiatan mengomunikasikan, peserta didik perlu difasilitasi guru untuk menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan. Bagaimana isi dan mekanik tulisan peserta didik supaya runtut, santun, baik, dan benar. Pra penulisan, pelaksanaan menulis, serta pasca penulisan perlu difasilitasi guru dengan bimbingan, dalam menunting dan mengedit, serta ditindaklanjuti jika ada kekurangannya. Fasilitasi guru dalam siswa menceritakan atau mempresentasikan hasil tulisan yaitu dengan membimbing penjedaan, olah vokal (lafal dan intonasi), mimik, gesture, maupun mental peserta didik.
Semua fasilitasi guru di atas dilandasi pentingnya pendekatan saintifik yang merupakan penyempurnaan pembelajaran CBSA pada KTSP. Dalam menfasilitasi peserta didik, guru mengarahkan dan membimbing  peserta didik secara aktif untuk  menemukan sendiri hasil belajarnya.
Nyamat, M.Pd., Guru SMP Negeri 3 Pati
e-mail: nyamatmpd@gmail.com